Sabtu, 12 Februari 2011

BUAH TAQWA


Suatu saat, Raja Bukhatnezar (Disebut Bukhatnezar (604-561 SM), raja Babilonia, dia menyerang Mesir dan menaklukkan kota AI-Quds serta membakarnya dan menampung keluarga Judas di Babilonia. (AI-Munjid)) datang ke Baitul Maqdis dari negeri Syam...
Dia membunuh orang-orang Bani Israil dan merebut secara paksa kota Baitul Maqdis serta menawan banyak orang dari mereka.
Di antara mereka yang ditawan adalah Nabi Danial 'alaihis salam. (Nabi Danial adalah pemilik Kitab Danial, yaitu salah satu kitab perjanjian lama. Dia seorang pahlawan kenabian Danial. Catatan Nashrani klasik menempatkannya sebagai salah seorang dari empat nabi besar. Lihat AI-Munijid dan AI-Bidayah wan Nihayah 2/36-38)
(Para sahabat menemukan kuburan dan apa yang ada kaitannya dengan Danial pada saat pembebasan negeri-negeri di masa Umar bin naththab.)
Sebelumnya, Raja ini didatangi oleh para ahli nujum (peramal) dan orang-orang cendekia saat itu. Mereka semua mengatakan, "Pada malam ini dan ini akan dilahirkan seorang bayi yang nantinya akan menghinakan dan menghancurkan kerajaanmu". Maka Raja itu berjanji dan bersumpah, "Demi Allah, tak ada seorang bayi pun yang lahir pada malam itu kecuali akan aku bunuh, Di antara bayi-bayi yang lahir saat itu, hanya bayi Danial saja yang tidak dibunuh, tetapi dibuang ke hutan yang terdapat singa di dalamnya. Bayi Danial hanya sempat dijilat-jilat oleh seekor singa beserta anaknya dan tidak menyakitinya,
Sampai akhirnya datanglah ibunya. Saat dua binatang itu menjilatinya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelarnatkannya. Para cendekiawan daerah itu mengatakan, bahwa akhirnya Danial mengukir gambar dia beserta dua singa itu yang sedang menjilatinya, di atas batu cincinnya agar senantiasa tidak lupa akan nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala itu. (HR Ibnu Abid-Dunya dengan sanad hasan).
Dalam redaksi riwayat lain disebutkan:
Ada seorang Nabi pada masa Bani Israil, jauh setelah Nabi Musa As meninggal dunia, namanya Danial 'alaihis salam. Dia didustakan oleh kaumnya. Bahkan akhirnya dia diciduk oleh raja yang berkuasa saat itu dan dilemparkan ke kandang seekor singa yang sudah dibikin lapar.
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala melihat, betapa besar perasaan tawakkalnya, juga kesabarannya, hanya karena mengharap keridhaannya, maka Allah mencegah mulut-mulut singa itu untuk memakannya. Bahkan sampai Danial berdiri di atas kedua kakinya di hadapan singa yang sudah tunduk dan tidak lagi membahayakan. Kemudian Allah mengirim Irmiya dari Syam schingga Danial dapat keluar dari masalah ini dan menumpas orang yang ingin membinasakannya.
Dari Abdullah bin Abil Hudail, dia berkata: "Bukhtanashar telah melatih dua singa untuk berburu dan meletakkannya di dalam kandang. Kemudian dia menggiring Danial dan melemparkannya pada binatang tersebut. Tetapi singa itu tidak mengganggunya sama sekali. Danial pun, dengan izin Allah, untuk beberapa lama tinggal di dalam kandang. Tiba-tiba -suatu saat- dia ingin makan dan minum seperti lazimnya orang-orang. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan melalui wahyu kepada Irmiya (Irmiya adalah salah seorang dai-i cinpat pembesar Nabi-nabi Bani Israil. Dia mendapatkan kenabian sebelum punahnya kerajaan Judas dan banyak mendapat tekanan dari pihak kerajaan.) yang saat itu berada di Syam, untuk menyediakan makanan dan minuman Danial.
Maka dia berkata: "Ya Rabbi, aku sekarang berada di tanah suci (Baitul Maqdis), sementara Danial berada di kota Babilonia di tanah Iraq." Lalu Allah mewahyukan lagi kepadanya: "Siapkanlah apa yang telah Aku perintahkan kepadamu. Aku akan kirim utusan yang akan membawamu ke sana beserta apa yang kau persiapkan." Akhirnya Irmiya melaksanakan perintah tersebut dan Allah mengirim utusan yang membawanya serta makanan yang dipersiapkannya. Sesampainya di depan gerbang kandang singa, Danial berkata: "Siapa ini?'
Irmiya: "Aku Irmiya."
Danial: "Kenapa kau datang ke mari?"
Irmiya: "Aku diutus oleh Tuhanmu untuk menemuimu."
Danial: "Apakah Dia menyebut namaku?"
Irmiya: "Ya."
Danial: "Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingatnya. Segala puji bagi Allah yang kalau ada orang bertawakkal padanya, maka Dia akan berikan kecukupan padanya. Segala puji bagi Allah yang kalau ada orang yang percaya kepadanya, tidak akan Dia pasrahkan urusannya pada yang lain. Segala puji bagi Allah yang memberikan keselamatan atas kesabaran. Segala puji bagi Allah yang telah menyingkap kesulitan kita setelah ditimpa musibah. Segala puji bagi Allah, Dialah tempat kepercayaan kami, ketika kami berprasangka buruk atas amalan-amalan kami. Segala puji bagi Allah, Dia tempat harapan kami, ketika semua cara tertutup di hadapan kami."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar